....

Rabu, 17 November 2010

Menyamar Jadi Gambar Gurita Lucu, Virus Tulari Ribuan Komputer


Jakarta - Don`t judge the book from the cover, perumpamaan ini tampaknya cocok ditujukan kepada gambar animasi hewan laut yang satu ini. Sekilas gambar tersebut terlihat lucu, namun siapa sangka di dalamnya terselip program jahat (malware) yang siap menginfeksi komputer Anda.

Seorang pembuat program jahat mencoba memanfaatkan gambar animasi hewan laut yang lucu dan menggemaskan untuk menyebarkan virus. Bahkan, setiap file yang terinfeksi virus ini akan seketika berubah menjadi gambar gurita.

Virus tersebut bernama Ika-tako, yang dalam bahasa Jepang berarti gurita. Virus ini terdeteksi pertama kali menginfeksi komputer sejak Mei lalu melalui situs file sharing di Jepang bernama Winny. Sejak saat itu, virus gurita ini dilaporkan telah menginfeksi 20.000 hingga 50.000 komputer.

Agar tidak dicurigai user, virus Ika-tako menyamar dalam bentuk file musik yang di-download user. Setelah file musik diputar, maka virus akan mulai menginfeksi hard drive komputer dan menginfeksi file-file jenis apapun yang ada di komputer mulai dari foto hingga file-file OS yang penting.

File-file yang terinfeksi ini selanjutnya akan berubah menjadi gambar gurita, cumi-cumi, atau gambar landak laut, dan file tersebut pun kemudian akan hilang alias terhapus. Diduga file-file itu `disedot` ke server milik hacker.

Sang pembuat virus ternyata seorang hacker, yang diketahui bernama Masato Nakatsuji. Untungnya sang peretas berhasil dilacak dan ditangkap. Kali ini, ia ditangkap atas dasar kerusakan properti.

Sepertinya Masato tidak pernah jera karena ini bukanlah kali pertamanya Masato ditangkap lantaran ulahnya membuat malware. Di hadapan polisi ia bahkan berani mengatakan bahwa dirinya akan tetap membuat virus untuk melihat sudah setinggi mana level keterampilannya dalam hal pemrograman komputer.

Mengingat sang hacker berhasil mencuri ribuan file dan informasi yang disimpannya di server, diduga ada motif lain yang lebih besar di balik serangan ini. Bukan hanya sekadar bertujuan untuk mempraktekkan dan memamerkan keterampilannya di dunia pemrograman komputer.(mls/mar)

Sumber : PC World

Jumat, 12 November 2010

57.000 Situs Gadungan Lahir Setiap Minggunya


Jakarta - Kejahatan phishing di dunia maya semakin meningkat. Situs-situs palsu kian menjamur setiap minggunya, dengan mendomplengi merek/nama besar perusahaan seperti eBay, perbankan, dan perusahaan keuangan lainnya.

Penelitian yang dilakukan PandaLabs selama tiga bulan mengungkapkan bahwa rata-rata 57.000 situs phishing muncul setiap minggunya. Para hacker sengaja membuat situs ini untuk mengeksploitasi nama merek dan mencuri informasi penting, dengan tujuan untuk `menguras` rekening bank seseorang.

Jebakan yang sering dibuat yakni dengan membuat situs phishing yang mirip situs bank resmi, situs lelang, atau situs belanja, demikian dipaparkan PandaLabs.

"Masalahnya, ketika user membuka situs tersebut melalui URL yang diberikan lewat email atau mesin pencari, mungkin sulit bagi user untuk mengetahui apakah situs itu asli atau tidak," ujar direktur teknis PandaLabs, Luis Corrons.

Corrons berpendapat, meskipun algoritma sistem pengindeksian pada mesin pencari sudah diubah guna `menekan` keberadaan situs phishing, sejauh ini mesin pencari belum mampu mengimbangi kemunculan situs phishing baru yang dibuat oleh hacker setiap harinya.

Phisher (pelaku phishing) biasanya akan mencoba mengelabui user dengan membuat situs gadungan yang mirip seperti situs resmi sebuah perusahaan, menawarkan link lewat email, memposting link lewat situs jejaring sosial atau bahkan membuat link tersebut muncul dalam hasil pencarian di mesin pencari.

Sekedar informasi, situs gadungan umumnya dirancang untuk menyisipkan virus ke dalam komputer pengunjung dan menjebak user untuk mengetikkan informasi penting seperti nama account dan password.

Sejauh ini, bank merupakan sasaran paling populer yang diincar phisher, diikuti oleh situs lelang dan toko online, dana investasi dan pialang saham, organisasi pemerintah dan platform pembayaran. Situs lelang eBay dan layanan transfer uang Western Union adalah sasaran utama para hacker.

Perusahaan besar lain yang jadi incaran penyamaran situs phishing adalah Visa, Amazon.com, PayPal, HSBC, dan US Internal Revenue Service. Menurut PandaLabs, hampir dua pertiga dari situs phishing ada hubungannya dengan perbankan.

Mengingat perkembangan teknik phishing yang semakin canggih, user diimbau agar tidak sembarangan membuka link yang diperoleh dari mesin pencari atau lewat email. User disarankan mengunjungi situs perbankan atau toko online dengan mengetikkan alamat url langsung pada browser.(mls/mar)

Sumber : AFP

Setelah Iran, Worm Stuxnet Kini Meneror China


Jakarta - Setelah menyerang fasilitas nuklir Iran, Stuxnet -- sebuah worm komputer yang dijuluki sebagai "cyber superweapon" pertama di dunia -- kini menemukan target barunya. Worm ini disinyalir telah melancarkan serangannya ke China dan menginfeksi jutaan komputer di sana.

Stuxnet, oleh para ahli di seluruh dunia, dianggap sebagai worm yang sangat mengkhawatirkan karena dapat menyusup ke komputer-komputer yang mengendalikan mesin-mesin di beberapa `jantung` industri. Worm ini memungkinkan penyerang mengambil alih kendali sistem-sistem yang vital. Secara teknis Stuxnet bahkan dapat membuat boiler pabrik meledak, merusak jaringan pipa gas bahkan merusak pembangkit nuklir.

Stuxnet diketahui menyasar sistem kontrol yang dibuat oleh Siemens, yang umumnya digunakan untuk mengelola persediaan air, minyak, pembangkit listrik dan fasilitas industri lainnya.

"Malware ini dirancang khusus untuk mensabotase pabrik dan merusak sistem industri, bukan mencuri data pribadi. Sekali Stuxnet berhasil menembus komputer pabrik di China, industri-industri akan runtuh dan dapat merusak keamanan nasional China," kata engineer bermarga Wang.

Pakar keamanan lain yang tidak disebutkan namanya mengatakan, sampai sejauh ini Stuxnet sudah berhasil menginfeksi lebih dari enam juta akun individual dan hampir 1.000 akun korporat di China. Demikian dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.

Worm Stuxnet adalah sebuah software berbahaya (malware) yang dapat menyalinkan diri dan mengirimkan dirinya sendiri ke komputer lain pada sebuah jaringan. Worm ini pertama kali teridentifikasi pada bulan Juni, dan ditemukan mengintai sistem Siemens di India, Indonesia, Pakistan dan beberapa tempat lain. Namun demikian, menurut para peneliti software
keamanan, infiltrasi terberat tampaknya berada di Iran.

Cyber superweapon sendiri merupakan istilah yang digunakan oleh para ahli untuk menggambarkan sebuah malware yang dirancang khusus untuk menghantam jaringan komputer yang menjalankan pabrik-pabrik industri.

"Worm Stuxnet adalah sebuah alarm peringatan bagi pemerintah di seluruh dunia," tegas Derek Reveron, seorang ahli cyber di US Naval War School seperti dikutip South China Morning Post.(mls/mar)

Sumber : AFP

Virus Shortcut Serang Komputer Indonesia


Jakarta - Virus lokal kembali menggeliat menyerang pengguna komputer di Indonesia. Kini satu lagi varian virus shortcut telah dilahirkan dan tergolong cukup merepotkan. Untuk mengelabui user, virus ini menggunakan teknik rekayasa sosial dengan memanfaatkan nama file yang `diplesetkan` yaitu [dekstop.ini].

Jika diperhatikan secara sepintas, user akan beranggapan bahwa file tersebut bukanlah virus karena Windows juga akan membuat file serupa tetapi dengan nama yang berbeda yakni [desktop.ini]. Tetapi jika dilihat lebih teliti terdapat perbedaan dalam penamaan file serta ukurannya.

Untuk [dekstop.ini] yang merupakan file induk virus mempunyai ukuran 16 KB, sedangkan file [desktop.ini] biasanya berukuran 1 KB. Virus ini memanfaatkan fitur "autorun" Windows agar dapat aktif secara otomatis pada saat user mengakses folder yang berisi file virus dengan dukungan file autorun.inf yang telah dibuat oleh virus tersebut. Virus ini akan menyebar dengan cepat melalui jaringan dan akan membuat file duplikat berupa file shortcut dan [autorun.inf] serta file [dekstop.ini] pada folder yang di-share full akses.

Virus ini juga menyebar dengan memanfaatkan Removable Disk dengan melakukan aksi yang sama. Beberapa fungsi Windows juga akan diblok jika terinfeksi virus ini, antara lain Task Manager, Registry Editor maupun Folder Options serta memblokir semua aplikasi berbasis Visual Basic.

Norman Security Suite mendeteksi virus ini sebagai VBS/Cantix. Ia (virus-red) juga akan meninggalkan beberapa jejak yang menjadi ciri khasnya baik pada saat membuka aplikasi Internet Explorer maupun pada saat akan menampilkan file yang tersembunyi (Folder Options).

Aksi lain yang akan dilakukan oleh VBS/Cantix ini adalah akan membanjiri setiap Drive, folder dan subfolder dengan file duplikat berupa file shortcut yang mempunyai nama file yang sama dengan nama folder tersebut.

VBS/Cantix juga akan membuat file [folder.lnk, dekstop.ini dan autorun.inf] hal ini dimaksudkan agar ia dapat aktif secara otomatis pada saat user akses drive/folder tersebut. File duplikat yang berupa shortcut itu sendiri akan menjalankan file induk VBS/Cantix yakni file [deksop.ini] pada saat user menjalankan (klik 2x) file shorctut tersebut.(mls/mar)

Sumber : Vaksincom

Senin, 01 November 2010

Awas, Ada Trojan Menyamar Jadi Antivirus Microsoft!


Jakarta - Sebuah trojan terdeteksi menyamar sebagai produk antivirus besutan Microsoft, yaitu Microsoft Security Essentials. Trojan ini mencoba mengelabui user untuk menginstal program keamanan palsu.

Menurut para peneliti di perusahaan antivirus F-Secure, Microsoft Security Essentials palsu tersebut didistribusikan melalui teknik serangan drive-by-download dalam bentuk sebuah file bernama "hotfix.exe" atau "mstsc.exe". Demikian yang dipaparkan Mikko Hypponen, chief research officer F-Secure dalam postingan blognya.

Drive-by-download sendiri terjadi ketika seorang user tidak sengaja men-download sebuah file dari internet, misalnya men-download software yang nantinya akan menginstal program executable palsu. Drive-by-download biasanya terjadi ketika user mengunjungi sebuah situs, melihat pesan email atau mengklik pop-up window.

Lebih lanjut, trojan tersebut menampilkan sebuah window peringatan "Microsoft Security Essentials Alert", yang mengklaim bahwa komputer telah terinfeksi sebuah program berbahaya bernama "Unknown Win32/Trojan". Peringatan palsu ini dimunculkan untuk menakut-nakuti user agar segera men-download produk antivirus palsu.

Program jahat tersebut lalu menawarkan produk antivirus palsu dengan nama beragam, termasuk "AntiSpySafeguard", "Major Defense Kit", "Peak Protection", "Pest Detector" dan "Red Cross" untuk membersihkan infeksi virus. Trojan tersebut juga akan mencoba menakut-nakuti user agar membeli produk lain yang tidak kita butuhkan.

Mengenai keberadaan trojan ini, pihak Microsoft mengaku sudah mengetahuinya. "Kami sudah mengetahui keberadaan program antivirus palsu yang meniru Microsoft Security Essentials tersebut - termasuk scareware baru yang bernama `Microsoft Security Essentials` - dan sangat mengimbau konsumen agar hanya men-download dan menginstal perangkat lunak yang berasal dari Microsoft atau sumber terpercaya lainnya," ujar juru bicara Microsoft melalui email.(mls/mar)
Sumber : scmagazineus.com

Lebih Dari 2,2 Juta PC `Dibajak` Hacker Jadi Botnet


Jakarta - Lebih dari 2,2 juta PC yang ditemukan di Amerika Serikat telah dibajak hacker pada semester pertama 2010. PC-PC ini disusupi dan digunakan sebagai botnet. Salah satu alasan utama hacker menyusupi PC adalah untuk mengirim spam tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Sebagian besar spam yang masuk ke inbox ternyata tidak dikirim dari komputer spammer (pelaku spam), tetapi dikirim melalui PC user yang sudah terinfeksi virus.

Sayangnya, sedikit sekali user yang mengetahui tentang botnet. Hacker biasanya memakai botnet untuk mengirimkan spam, email phishing dan melancarkan serangan hacking ke situs-situs tertentu. Botnet juga dipakai untuk menginfeksi komputer lain lalu mencuri informasi penting, yang nantinya akan dijual di situs lelang bawah tanah atau di pasar gelap di internet.

Botnet akan aktif ketika sebuah virus menginfeksi komputer, baik melalui spam atau halaman web yang terinfeksi. Virus tersebut lalu menempatkan sistem di bawah kendali botnet. Begitu hacker berhasil mengambil alih kontrol sistem, maka hacker berpotensi menyuntikkan beragam jenis kode berbahaya pada PC tersebut.

"PC ini akan menjadi sumber daya komputasi terdistribusi yang nantinya dijual kepada orang lain," kata Cliff Evans, head of security and identity Microsoft UK, yang kini bekerja di pusat operasi cybercrime.

Terkait pengirim spam, Sophos telah merilis data statistik terbaru dari SophosLabs tentang negara pengirim spam terbanyak selama kuartal tiga 2010 periode Juli sampai September.
1. USA 18.6%
2. India 7.6%
3. Brazil 5.7%
4. Perancis 5.4%
5. UK 5.0%
6. Jerman 3.4%
7= Rusia 3.0%
7= Korea Selatan 3.0%
9. Vietnam 2.9%
10. Italia 2.8%
11. Romania 2.3%
12. Spanyol 1.8%
Lainnya 38.5%

Sementara itu, 5 benua penyebar spam terbanyak selama Juli - September 2010 adalah:
1. Europa 33.1%
2. Asia 30.0%
3. Amerika Utara 22.3%
4. Amerika Selatan 11.5%
5. Afrika 2.3%
Lainnya 0.8%

Oleh karena itu, user diimbau agar jangan mudah tergoda membuka pesan spam meski judulnya sangat membuat penasaran. Sekali Anda terjebak mengklik sesuatu link, dalam sekejap kendali komputer bisa jatuh ke tangan spammer.

Komputer yang dimanfaatkan sebagai botnet juga berisiko memperluas infeksi malware ke komputer lain, yang pastinya juga membahayakan data personal atau perbankan Anda.

User diimbau untuk selalu mengaktifkan software perlindungan anti-spam dan anti-malware, berhati-hatilah mengklik sesuatu ketika online, dan pastikan sistem komputer selalu diupdate dengan patch keamanan terbaru.(mls/mar)
Sumber : Sophos dan BBC News

Jumat, 29 Oktober 2010

Google: Agar Aman, Ganti Password Minimal 2x Setahun!


MacWorld - Google mengimbau seluruh pengguna internet agar mengganti password setidaknya dua kali dalam setahun dan jangan pernah menggunakannya lagi. Ini adalah tips dari Google untuk membantu pengguna internet lebih aman dari ancaman scammer ketika online.


Saat ini scammer semakin memfokuskan serangannya pada layanan-layanan Web populer seperti Gmail, Facebook, Yahoo, dan Hotmail. Mereka masuk ke akun korban dan kemudian mengirim pesan ke kontak korban. Cara penyebaran spam seperti ini diyakini akan lebih efektif karena user lain mengira pesan tersebut berasal dari teman.

"Orang-orang cenderung menanggapi pesan dari seseorang yang mereka kenal," kata Andrew Brandt, peneliti bidang ancaman di vendor antivirus Webroot.

Spam umumnya menyisipkan link yang mengarah ke situs web penipuan, halaman palsu phishing, atau permintaan uang. Salah satu penipuan yang belakangan ini marak terjadi adalah dengan berpura-pura `terjebak` di sebuah negara asing dan meminta teman-teman dari korban untuk membantunya dalam hal keuangan.

Korban biasanya tidak tahu bahwa akun mereka disusupi. Username dan password seringkali dicuri lewat serangan phishing, atau melalui software berbahaya keylogger yang dapat merekam apa yang diketikkan pengguna pada komputer. Kadang-kadang para penjahat cyber membobol situs yang berhubungan dengan account Google.

"Jika situs tersebut di-hack maka informasi login pasti bisa ditemukan, dan para pelaku dapat dengan mudah mengakses akun Google Anda," tulis Priya Nayak, salah seorang staf IT di Google.

Dan kadang-kadang, penjahat cyber cuma menebak-nebak password saja. Jadi jika Anda menggunakan password yang mudah ditebak, seperti nama pertama atau terakhir ditambah tanggal lahir (misalnya: Laura1968), atau Anda memberikan jawaban yang umum untuk pertanyaan rahasia yang ditanyakan ketika lupa password, misal `pizza` untuk jawaban pertanyaan "Apa makanan favorit Anda?", tentu saja ini akan mudah ditebak.

Dengan selalu mengubah password dan menggunakan password yang sulit ditebak, maka teknik serangan seperti ini bisa digagalkan.Brandt menuturkan, saran Google untuk mengganti password setidaknya dua kali dalam setahun adalah wajar. Menurutnya orang harus mengganti password mereka sesering mereka bisa.

"Saya mengubah password saya setidaknya empat kali setahun, tapi saya seorang nerd keamanan dan menggunakan software password manager yang dapat men-generate password dan mengingatkan saya untuk mengubahnya," tegasnya.

Itulah sebabnya kita harus memilih password yang unik untuk akun-akun penting seperti Gmail (Google Account), perbankan, situs jual beli dan situs jejaring sosial.(mls/mar)

Sumber : MacWorld

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More