Google+ Badge

Jumat, 08 Mei 2009

BAHAYA TELEVISI PADA KONSENTRASI BELAJAR ANAK

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Jalan Jend. Ach. Yani Nomor 15 Telepon (0321) 322746 Mojokerto 61311, dengan anggota sebanyak 20 siswa dan sebagai sample sebanyak 2 siswa. Bahaya televisi bagi konsentrasi belajar sangat berpengaruh pada anak terutama pada pendidikan sekarang. Program atau acara pada televisi selalu ada yang baik dan buruk, tetapi anak kalau sudah menonton televisi pasti semua pekerjaanya akan terbengkalai.

Rumusan Masalah

Permasalahan yang dapat dirumuskan dalam laporan ini adalah sebagai berikut :

Bagaimana bahaya televisi pada konsentrasi belajar anak ?

Bagaimana cara mengatasi agar anak tetap menonton televisi untuk hiburan tetapi juga bisa konsentrasi belajar ?

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh apa televisi pada konsentrasi belajar anak tersebut.

Manfaat Penelitian

- Bagi Bapak dan Ibu Guru :

Dapat menjelaskan pelajaran atau materi di sekolah dengan mudah karena di rumah

sudah belajar.

Bapak dan Ibu Guru menjadi bangga terhadap anak didiknya karena mendapat nilai

yang memuaskan.

- Bagi Orang Tua :

a. Orang tua menjadi bangga terhadap anaknya karena memiliki nilai yang memuaskan.

b. Orang tua senang karena anaknya dapat membagi waktu dengan baik.

- Bagi Anak :

a. Dapat konsentrasi belajar.

b. Dapat menonton televisi sebagai hiburan setelah semua tugas selesai dikerjakan.

c. Dapat membagi waktu dengan baik dimana harus belajar, mengerjakan tugas di rumah,

dan dimana harus menonton televisi.

BAB II

DESKRIPSI

Kontek Implementasi

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Jalan Jend. Ach. Yani Nomor 15 Telepon (0321) 322746 Mojokerto 61311, dengan anggota sebanyak 20 siswa dan sebagai sampel sebanyak 2 siswa. Bahaya televisi bagi konsentrasi belajar sangat berpengaruh pada anak terutama pada pendidikan sekarang. Belajar sangat penting bagi pendidikan, dan pendidikan sangat penting untuk meningkatkan pembangunan bangsa, dan jangan sampai kehilangan konsentrasi belajar hanya karena menonton televisi yang terlalu lama. Konsentrasi belajar sangat perlu bagi anak karena belajar dengan tidak sungguh – sungguh akan menghasilkan pekerjaan yang sia-sia atau percuma, menonton televisi boleh tetapi harus mengerti waktu dimana anak harus belajar, mengerjakan tugas, dan dimana anak harus menonton televisi sebagai hiburan sekaligus menambah pengetahuan yang luas misalnya dari berita – berita di televisi. Jangan juga terlalu konsentrasi belajar semua harus ada hiburannya. Jadi, belajarlah jika ingin jadi anak yang maju dan jangan sampai tidak menonton televisi dengan melihat berita dan melihat acara lucu lainnya untuk menambah pengetahuan atau wawasan yang luas tapi juga bisa untuk hiburan setelah selesai belajar dan mengerjakan tugas yang diberi oleh orang tua.

Rencana Penelitian

Adapun rencana penelitian ini adalah sebagai berikut :

Meminta persetujuan orang tua.

Meminta persetujuan orang tua yaitu meminta persetujuan untuk melakukan penelitian.

Melakukan observasi awal.

Melakukan observasi awal yaitu melakukan percobaan atau penelitian awal.

Mengidentifikasi masalah.

Mengidentifikasi masalah yaitu mencari faktor-faktor penyebabnya.

Menganalisa masalah..

Menganalisa masalah yaitu meneliti masalah itu.

Menyusun konsep laporan penelitian.

Menyusun konsep laporan penelitian yaitu menyusan langkah – langkah penelitian.

Penilaian

Penelitian ini diharapkan dapat mencapai hasil yang baik dan optimal, yaitu 85% dari seluruh siswa SMP Negeri 2 yang dikenai tindakan telah memperoleh skor minimal 85. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan hasilnya dideskripsikan sebagai berikut :

100 – 90 = sangat baik

89 – 75 = baik

74 – 70 = cukup

69 – 50 = kurang

BAB III

HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN

Siklus 1

Seperti pada rumusan masalah yang telah selesai dibuat, pembahasannya adalah sebagai berikut :

Bagaimana bahaya televisi pada konsentrasi belajar anak ?

Anak harus mengetahui jika menonton televisi terus – menerus semua pkerjaannya dan tugasnya akan terbengkalai terutama konsentrasi belajarnya akan berkuran dan menurun.

Bagaimana cara mengatasi agar anak tetap menonton televisi untuk hiburan tetapi juga bisa

konsentrasi belajar ?

Anak harus bisa membagi waktunya dimana harus menonton televisi dan dimana harus konsentrasi belajar juga. Caranya harus menyelesaikan semua tugasnya agar tidak terbengkalai terutama konsentrasi belajar untuk menjadi anak yang pintar, setelah itu anak boleh menonton televisi supaya pengetahuannya bertambah luas.

Contoh Penilaian

Contoh penilaian adalah sebagai berikut :

No.

Aspek yang dinilai

Skor

1.

Kemampuan anak untuk menjelaskan

80

2.

Kemampuan anak membagi atau mengatur waktu untuk konsentrasi belajar dan menonton televisi

85

3.

Sopan santun anak saat menjelaskan

90

4.

Berhasilnya orang tua dalam mengatur waktu anak tersebut

78

Siklus 2

Pada awalnya, anak tidak harus disuruh untuk terlalu konsentrasi belajar setidaknya anak jangan lupa untuk belajar untuk menjadi anak yang pintar dan pintar tidak juga karena belajar tetapi bisa dari acara di televisi seperti berita, berita berisi pengetahuan – pengetahuan yang penting untuk memperluas wawasan anak dan juga acara televisi juga bisa sebagai hiburan setelah anak belajar yang telah menghabiskan energi untuk berpikir supaya anak tidak terlau serius.

BAB IV

PENUTUP

Kesimpulan

Jadi, anak harus pandai – pandai membagi atau mengatur waktu supaya waktu itu tidak sia- sia, misalnya ada waktu untuk berkonsentrasi belajar, ada waktu untuk menonton televisi sebagai penambah pengetahuan dan sebagai hiburan, dan ada waktu untuk mengerjakan tugas rumah seperti untuk membantu orang tua dan lain –lain.

Saran

Anak harus dapat mengatur waktu yang ada dengan sebaik – baiknya dan untuk hal yang manfaat antara menonton televisi, konsentrasi belajar, dan mengerjakan tugas – tugas rumah.

Daftar Pustaka

Jawa Pos. 2007.

Inda Putri Manroe. 2002. Kamus Bahasa Indonesia. Surabaya: Greisinda Press Surabaya

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar

silahkan komentari

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More