Google+ Badge

Jumat, 12 November 2010

Setelah Iran, Worm Stuxnet Kini Meneror China


Jakarta - Setelah menyerang fasilitas nuklir Iran, Stuxnet -- sebuah worm komputer yang dijuluki sebagai "cyber superweapon" pertama di dunia -- kini menemukan target barunya. Worm ini disinyalir telah melancarkan serangannya ke China dan menginfeksi jutaan komputer di sana.

Stuxnet, oleh para ahli di seluruh dunia, dianggap sebagai worm yang sangat mengkhawatirkan karena dapat menyusup ke komputer-komputer yang mengendalikan mesin-mesin di beberapa `jantung` industri. Worm ini memungkinkan penyerang mengambil alih kendali sistem-sistem yang vital. Secara teknis Stuxnet bahkan dapat membuat boiler pabrik meledak, merusak jaringan pipa gas bahkan merusak pembangkit nuklir.

Stuxnet diketahui menyasar sistem kontrol yang dibuat oleh Siemens, yang umumnya digunakan untuk mengelola persediaan air, minyak, pembangkit listrik dan fasilitas industri lainnya.

"Malware ini dirancang khusus untuk mensabotase pabrik dan merusak sistem industri, bukan mencuri data pribadi. Sekali Stuxnet berhasil menembus komputer pabrik di China, industri-industri akan runtuh dan dapat merusak keamanan nasional China," kata engineer bermarga Wang.

Pakar keamanan lain yang tidak disebutkan namanya mengatakan, sampai sejauh ini Stuxnet sudah berhasil menginfeksi lebih dari enam juta akun individual dan hampir 1.000 akun korporat di China. Demikian dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.

Worm Stuxnet adalah sebuah software berbahaya (malware) yang dapat menyalinkan diri dan mengirimkan dirinya sendiri ke komputer lain pada sebuah jaringan. Worm ini pertama kali teridentifikasi pada bulan Juni, dan ditemukan mengintai sistem Siemens di India, Indonesia, Pakistan dan beberapa tempat lain. Namun demikian, menurut para peneliti software
keamanan, infiltrasi terberat tampaknya berada di Iran.

Cyber superweapon sendiri merupakan istilah yang digunakan oleh para ahli untuk menggambarkan sebuah malware yang dirancang khusus untuk menghantam jaringan komputer yang menjalankan pabrik-pabrik industri.

"Worm Stuxnet adalah sebuah alarm peringatan bagi pemerintah di seluruh dunia," tegas Derek Reveron, seorang ahli cyber di US Naval War School seperti dikutip South China Morning Post.(mls/mar)

Sumber : AFP

Comments
0 Comments

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More